Memutihkan Gigi, Lakukan Saja Di Rumah Anda

Diposkan oleh admin on Jumat, November 18, 2011

memtihkan-gigi-lakukan-saja-dirumah Gigi putih tentu menjadi dambaan setiap orang. Kini, ada beragam cara untuk membuat gigi menjadi lebih putih.Gigi sehat dan indah biasanya diidentikkan dengan gigi putih yang bersih dan cemerlang. Sayangnya, karena makanan, minuman dan perawatan yang salah, gigi bak mutiara itu sulit dimiliki. Namun, teknologi kedokteran gigi sekarang sudah dapat mengatasinya. Mau cara instan atau yang memakan waktu? Anda tinggal pilih.

Lantaran kebiasaannya merokok, warna gigi Panca jadi agak keruh. Meski sudah menghentikan kebiasaan merokok dan mencoba pasta gigi yang mengandung pemutih, giginya tetap saja berwarna keruh. “Saya jadi enggak pe-de kalau tersenyum,” aku Panca. Problema Panca mirip yang dialami Anne. Saat masih kecil, Anne sering sakit, sehingga harus rutin menelan antibiotik. Di zamannya dulu, antibiotik yang diberikan mengandung tetrasiklin. Akibatnya, setelah sekian lama mengonsumsi, gigi-gigi Anne pun berubah warna jadi keabuan. “Saya jadi malas tersenyum. Akibatnya, orang sering menyangka saya sombong dan nggak ramah. Tuduhan ini seringkali membuat saya merasa tertekan,” runtuk Anne.

Rasa minder lantaran gigi tak berwarna cemerlang memang banyak dialami orang-orang. Akibatnya, tak hanya membuat mereka enggan tersenyum, bicara pun seringkali enggan. Berbagai cara pun dilakukan untuk menyembunyikan “mutiara” yang kusam itu. Misalnya dengan menutup mulut dengan telapak tangan atau saputangan saat tersenyum atau berbicara.

Selain karena makanan, obat atau rokok yang dikonsumsi manusia, gigi juga bisa berubah warna lantaran perawatan yang kurang baik sehingga menyebabkan plak menimbun di permukaan gigi dan akan mengubah warna gigi. Berikut penjelasan Drg. Lita Darmawan dari Klinik Kharinta, Bintaro, tentang cara memutihkan gigi.

Tiga Cara Putihkan Gigi
Mau cepat atau lama? Proses pemutihan gigi bisa Anda pilih sesuai isi kantong dan kebutuhan. Cara paling umum yang dipilih untuk memutihkan gigi biasanya dengan gel. Namun, bisa juga dengan bantuan sinar laser atau selotip pemutih gigi.

1. Pemutihan dengan Gel
Pemutihan dengan menggunakan gel merupakan pemutihan yang bisa dilakukan di rumah. Yang harus dilakukan pasien sebelum melakukan pemutihan adalah memeriksakan gigi pada dokter untuk dilihat keadaannya. Jika ia memiliki gigi berlubang, maka gigi-gigi tersebut akan ditambal lebih dulu untuk menghindari iritasi. Gel yang masuk ke dalam sela gigi dan gusi akan menyebabkan rasa linu yang cukup berat.

Setelah penambalan dilakukan, dokter pun kemudian akan mencetak gigi. Ini berguna saat pembuatan sampel tray (wadah) gigi di laboratorium. Setelah beberapa hari, tray akan siap dan pelaksanaan kosmetik gigi dengan menggunakan gel bisa dilakukan di rumah.

Cara memutihkannya adalah sebagai berikut: oleskan gel pemutih pada tray, lalu pasang tray pada gigi, lantas ditekan untuk mengeluarkan kelebihan gel agar tidak belepotan di gusi. Kelebihan gel tadi dibersihkan dengan menggunakan cotton bud. “Pemutihan dilakukan selama tidur malam. Saat bangun pagi, tray baru bisa dilepas, setelah itu gosok gigi dan bersihkan tray-nya,” kata Lita. Selama gigi tidak mengalami masalah, seperti tanggal atau lainnya, maka masih bisa digunakan. Jika dilakukan selama tiga hari berturut-turut, maka gigi putih yang diidamkan pun akan segera dimiliki.

Sebagai catatan, jika rasa ngilu muncul akibat perawatan ini, sebaiknya pemutihan gigi dihentikan dua tau tiga hari sampai rasa ngilu tidak lagi terasa. “Kemudian untuk melihat perubahan dengan jelas, lakukan pemutihan gigi hanya pada bagian rahang atas atau bawah lebih dulu. Dengan begitu, Anda bisa melihat perbedaan antara sesudah dan sebelum perawatan,” ujar Lita. Biaya satu paket perawatan gigi dengan gel ini berkisar Rp. 1,5 – 2 juta. Oh ya, pasien juga boleh memilih rasa gelnya, mau rasa mint, pisang atau lainnya.

2. Pemutihan dengan Laser
Pemutihan dengan cara ini biasanya dilakukan untuk kasus yang cukup parah. “Tidak seperti gel, kosmetik gigi ini harus dilakukan di klinik dengan bantuan dokter gigi. Ini disebabkan kandungan pemutih giginya lebih tinggi – sampai 35 mili, sementara komposisi dalam gel pemutih hanya 10 –15 mili, sehingga jika tidak dilakukan dengan hati-hati, maka akan mengakibatkan rasa ngilu yang cukup berat,” kata Lita. Karena bisa mengakibatkan iritasi pada gusi, maka dokter biasanya akan memberikan pengamanan terlebih dahulu pada gusi.
Setelah itu, pada proses pemutihannya, gusi akan disinari dengan sinar yang cukup tinggi, kemudian dibilas dan disinari lagi. Perubahan akan terlihat hanya dalam waktu 0,5 – 1 jam. Untuk hasil yang baik, pasien harus melakukan perawatan gigi seperti biasa dengan baik, misalnya teratur menggosok gigi.

3. Pemutihan dengan selotip pemutih
Ini adalah pemutihan gigi paling cepat, hanya butuh waktu setengah jam. Tetapi, hasilnya tidak awet. Jika pemutihan lain bisa bertahan 3 tahun, dengan selotip hanya bertahan beberapa hari saja. Pada proses pemutihannya, selotip pemutih ditempelkan pada gigi selama setengah jam. Dan setelah dilepaskan, gigi akan tampak menjadi lebih putih. Cara ini juga merupakan cara sekali pakai.
Jika pada kesempatan lain warna gigi sudah berubah, pemasangan selotip bisa digunakan kembali. Biasanya, satu paket selotip pemutih memiliki masa kadaluarsa dua tahun. “Harga satu paket selostip cukup mahal, yaitu Rp 750 – 1 juta.”

Seputih Apakah Gigi Anda ?

Saat sedang bercermin, Anda mungkin baru menyadari betapa warna gigi Anda kurang cerah. Dalam kedokteran gigi, putihnya gigi memiliki kelas tertentu. Ada empat tingkatan warna gigi, yakni A, B, C, dan D. “Gigi di kelas A merupakan gigi dengan warna kekuningan. Kelas B merupakan gigi putih, C kategori keabuan dan D adalah gigi kecokelatan,” papar Lita. Orang Eropa biasanya memiliki gigi putih kategori A, sedangkan keturunan Asia masuk dalam kategori A. Gigi keabu-abuan biasanya dimiliki oleh orang yang terlalu banyak mengonsumsi obat antibiotik.

Setiap kelas terdiri dari 5 tingkatan. Dokter gigi akan menentukan dimana letak kelas gigi Anda. Jika Anda berada di tingkat A2, maka dengan menaikkan dua strip saja ke A4, gigi Anda akan terlihat lebih putih. Proses pemutihannya sendiri hanya memakan waktu sebentar. Tetapi untuk kasus yang cukup parah, misalnya orang dengan gigi keabu-abuan akibat antibiotik, dibutuhkan perawatan kosmetik gigi yang lebih lama.

Anak Kecil Belum Boleh

Sebelum melakukan pemutihan gigi, dokter biasanya akan mengajak Anda berbincang tentang sejarah gigi Anda. Kasus gigi kusam sangat beraneka ragam. Selain gigi yang kusam banyak, gigi tidak cerah warnanya bisa juga terjadi hanya pada satu gigi saja. Pada pasien yang mengalami perawatan crown (penjaketan gigi) biasanya juga butuh pemutihan gigi.

Lihatlah Dian. Sewaktu kecil, ia pernah terjatuh. Giginya terbentur cukup keras, sehingga menyebabkan saraf-saraf giginya mengalami kerusakan. Dokter pun lantas mengangkat sarafnya dan mempertahankan giginya. Dalam hal ini, gigi Dian sudah dianggap mati. Gigi seperti ini biasanya akan berubah warnanya, menjadi lebih kusam dari yang lain. Meski demikian, gigi seperti ini masih tetap bisa diputihkan. Cara pemutihannya agak berbeda dengan pemutihan gigi secara keseluruhan. Pemutihan gigi mati tidak dilakukan di permukaan gigi. Gel akan dimasukkan dari dalam gigi.

Jika seseorang melakukan penjaketan gigi, biasanya setelah penjaketan, warna gigi yang dijaketi akan berbeda dengan yang tidak diselongsongi. Maka itu, sebelum dilakukan penjaketan, dokter biasanya akan memutihkan gigi pasien lebih dulu. Biasanya, gigi yang dilapisi tidak akan berubah warna, karena terbuat dari keramik. Dokter akan melakukan penjaketan biasanya dua minggu setelah pemutihan gigi.

Pemutihan gigi tidak dilakukan pada anak-anak, karena anak-anak memiliki ruang gigi yang masih cukup lebar, sehingga semakin lebar ruang gigi semakin rentan terjadinya iritasi dan rasa linu. Biasanya, pemutihan dilakukan pada orang yang berusia lebih dari 15 tahun dimana keadaan giginya sudah mapan.

Pemutihan dilakukan hanya sampai batas sudut senyum. Gigi bagian belakang biasanya tidak diputihkan, karena tidak terlalu penting pengaruhnya terhadap estetika gigi. Sebagai catatan, biasakan menggunakan pasta gigi yang mengandung pemutih agar gigi tetap terawat dan berwarna cemerlang. Namun harus pula diingat, pasta dengan pemutih tidak membuat bisa membuat gigi lebih putih satu atau dua strip, tapi hanya sekedar mempertahankan warna putih gigi yang sudah dimiliki.

Sumber : Lawalangy Wordpress

More aboutMemutihkan Gigi, Lakukan Saja Di Rumah Anda

Cara Memutihkan Gigi Secara Alami

Diposkan oleh admin

cara-memutihkan-gigi-secara-alami Cara Memutihkan Gigi - Tips Memutihkan Gigi - Semua orang pasti akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi jika dia mempunyai gigi putih bersih, tetapi untuk mendapatkan gigi putih tersebut harus rajin melakukan perawatan gigi. Bagi anda yang ingin mendapatkan gigi putih berseri, baca dan praktekan cara memutihkan gigi secara alami di bawah ini:

1. Siwak
Siwak biasanya digunakan oleh penduduk muslim di dunia untuk membersihkan gigi, dan merupakan entitas umum di negara-negara Muslim. Alasan umum penggunaan siwak oleh umat Islam dikaitkan dengan agama. Dimana budaya dan tradisi penggunaan siwak atau miswak telah lama terjadi di negara-negara muslim. Terdapat 70 keunggulan Miswak yang dijelaskan dalam Islam dan banyak literatur telah membuktikannya secara ilmiah.

2. Pasta Lemon dan garam
Buatlah pasta yang terbuat dari beberapa tetes jus lemon yang di campur dengan sedikit garam dapur. gunakan ketika anda mengosok gigi secara teratur. Pasta lemon ini dapat menghilangkan karat pada permukaan gigi. resep yang praktis untuk gigi putih.

3. Kulit Jeruk
Kulit jeruk mengandung unsur pemutih yang sangat lembut, yang akan membantu menghilangkan noda karat pada gigi tanpa membahayakan lapisan email gigi. Caranya, gosokan kulit jeruk bagian dalam ke gigi anda, tapi gunakan kulit jeruk yang masih segar.

4. Biji pinang
Ternyata bijih pinang juga sangat bagus digunakan untuk meutihkan gigi, tapi dalam penggunaanya ada caranya tersendiri. Jika anda ingin mencoba silahkan lakukan seperti di bawah ini:
Ambillah sebuah pinang, kemudian bakar bijinya hingga seperti arang.
Setelah itu haluskan arang tadi sampai lembut.
Gosokkan ke gigi dengan sabut pinang atau kain katun.
Lakukan secara rutin 2 minggu sekali, agar gigi tetap putih bersih.

5. Daun Salam
Caranya ambil 6 lembar jemur di terik matahari, lalu remas hingga menjadi bubuk. tambahkan kulit jeruk bubuk. Cara menggunakannya cukup gosokan campuran daun salam dengan kulit jeruk tersebut setiap hari agar hasil lebih maksimal.

6. Strawberry
Strawberry bisa membantu menghilangkan noda karat pada gigi dan membuatnya menjadi putih cemerlang. jadi banyak-banyaklah mengkonsumsi buah ini secara utuh, bukan hanya vitamin saja yang berguna buat tubuh tapi gigi pun jadi putih bersih.

7. Arang Kayu
Arang kayu juga sangat ampuh untuk membersihkan noda kuning pada gigi, namun bahan ini berbahaya karena dapat merusak email secara permanen dan menimbulkan rasa sakit pada gigi. Oleh karena itu, Anda sebaiknya tidak mencobanya.

Sumber : Cara Menjadi Sehat Blogspot

More aboutCara Memutihkan Gigi Secara Alami

Efektifkah Cara Menyikat Gigi Anda?

Diposkan oleh admin

cara-menyikat-gigi Menyikat gigi adalah rutinitas sejak kanak-kanak sehingga banyak dari kita menganggap ini bukanlah suatu masalah. Anda hanya cukup memasukkan sikat gigi yang ditambahkan pasta gigi ke dalam mulut, kemudian menggosoknya selama beberapa saat. Hanya dalam sekejap, ritual pembersihan ini pun selesai.

Namun para ahli memiliki pandangan lain tentang cara menyikat gigi yang benar. Mereka berpendapat, proses menyikat yang baik gigi harus dilakukan paling tidak selama 2 menit.

Menyikat gigi tidak hanya berguna untuk menjaga kebersihan, tetapi juga kesehatan mulut dan gigi. Menggosok gigi secara tidak tertatur dan tidak layak dapat menyebabkan bau mulut, karies, dan penyakit periodontal (penyakit gusi).

Agar menyikat gigi menjadi efektif, ada baiknya Anda mengikuti beberapa panduan di bawah ini :

1. Arahkan sikat dengan tepat

-  Bersihkan permukaan bagian luar gigi atas, kemudian gigi bawah.

-  Bersihkan permukaan bagian dalam gigi atas, kemudian gigi bawah.

-  Bersihkan permukaan gigi yang digunakan untuk mengunyah.

-  Untuk nafas yang segar, pastikan juga untuk menyikat lidah Anda.

-  Miringkan sikat hingga 450 terhadap garis gusi dan sapukan sikat dari gari gusi.

-  Sikatlah dengan lembut setiap permukaan luar, dalam, dan bagian untuk mengunyah pada setiap gigi.

-  Sikatlah dengan lembut lidah Anda untuk menghilangkan bakteri dan menyegarkan napas.

2. Gunakan sikat yang Sesuai

Pilihlah sikat gigi yang memiliki bulu dari nilon dan berkepala kecil. Dengan menggunakan bulu dari nilon akan lebih lembut pada gusi dan lebih lentur sehingga dapat mencapai bagian antara gigi.

Kepala sikat yang kecil akan memudahkan Anda mencapai seluruh area mulut. Pastikan untuk membasahi sedikit sikat gigi Anda sebelum digunakan, agar melindungi gusi Anda dari kerobekan akibat bulu sikat yang tajam. Berikut beberapa tips untuk memilih sikat gigi yang benar:

-  Pilihlah bulu sikat yang lembut

-  Sesuaikan sikat gigi dengan ukuran mulut Anda. Jika Anda memiliki mulut yang kecil, pilihlah sikat yang lebih kecil dan jika Anda memiliki mulut yang besar, pilihlah yang lebih besar.

-  Pilihlah yang mudah untuk digunakan. Jangan pilih sikat gigi yang dapat merumitkan Anda.

3. Gunakan pasta gigi yang benar

Kondisi gigi setiap orang tentu berbeda-beda, begitu juga dengan kebutuhannya. Maka dari itu, pilihlah pasta gigi yang paling sesuai untuk Anda. Ada banyak pilihan pasta gigi di pasaran, mulai dari untuk gigi berlubang, radang gusi, karang gigi, gigi bernoda, dan gigi sensitif.

Mintalah saran dokter gigi untuk membantu Anda memilih jenis pasta gigi yang sesuai. Untuk penggunaan, cukup gunakan pasta gigi dengan ukuran seperti sebiji kacang polong.

4. Mengganti sikat gigi

Gantilah sikat gigi Anda paling tidak selama tiga bulan sekali untuk menjaga kebersihan mulut. Dan jangan lupa untuk mnegganti sikat gigi Anda setelah terkena flu, karena terkadang bulu sikat mengumpulkan bakteri yang menyebabkan Anda kembali terinfeksi.

5. Tips dan Peringatan

* Pastikan Anda untuk menyikat gigi, lidah dan gusi Anda.

* Jangan terburu-buru, menyikat gigi bermanfaat untuk jangka waktu yang lama.

* Jangan memberi tekanan berlebihan pada gigi dan gusi saat menyikat, lakukan dengan lembut.

* Cobalah teknik menyikat gigi alternatif, seperti menyikat gigi ke atas dan ke bawah, sisi ke sisi, dan juga gerakan melingkar.

* Jangan lupa untuk menyikat bagian belakang dan sekitar gigi.

* Flossing adalah tambahan efektif dalam membersihkan gigi Anda.

* Sikatlah gigi setelah bangun dan sebelum tidur.

* Jangan lupa untuk selalau menyikat gigi segera setelah makan, atau paling tidak dua kali dalam sehari.

Sumber : Health Kompas.com

More aboutEfektifkah Cara Menyikat Gigi Anda?

Bagaimana Sih Cara Mengajarkan Kebersihan Mulut Yang Baik Untuk Anak-Anak

Diposkan oleh admin on Selasa, November 15, 2011

cara-mengajar-kebersihan-mulut-untuk-anak-anak Menjaga anak tetap sehat adalah perhatian utama bagi kebanyakan orangtua. Ini karena kesehatan gigi dan gusi sangatlah penting untuk kesehatan secara umum. Ada begitu banyak masalah kesehatan yang dihubungkan dengan penyakit gusi, oleh karena itu mengajar anak-anak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dari usia muda sangatlah penting karena dapat membantu mencegah masalah-masalah yang mempengaruhi ketika mereka dewasa kelak.

Fakta yang terjadi adalah lubang gigi (karies gigi) di kalangan anak-anak cukup meningkat secara signifikan. Dimana tiga puluh tahun yang lalu, kebanyakan anak masih relatif bebas dari kerusakan gigi,

Berikut ini adalah beberapa kebiasaan yang dapat diberikan pada anak-anak untuk membantu mempromosikan kebersihan dan kesehatan gigi dan gusi yang yang baik.

  1. Ajarkan cara menyikat gigi. Jika anak Anda telah memiliki gigi maka tentu saja perlu untuk belajar bagaimana cara menyikat gigi. Anak-anak perlu diajarkan bagaimana menyikat permukaan gigi dan harus diajarkan untuk menyikat gigi mereka dalam waktu yang cukup lama. Anda dapat membeli tablet kunyah yang dapat mewarnai gigi anak dan menunjukkan pada mereka di mana letak kesalahan anak pada saat menyikat gigi. Ada juga sikat gigi yang dapat mengeluarkan cahaya selama menyikat gigi, ini akan membuat kegiatan menyikat gigi menjadi momen yang paling seru. Sebenarnya, tidak peduli  metode apa yang Anda gunakan, yang paling penting adalah mengajari mereka bagaimana cara menyikat gigi dengan benar.
  2. Ajarkan menggunakan benang gigi (dental floss). Ini untuk menghindri penyakit gusi akibat plak. Penyakit gusi saat ini memiliki efek yang lebih buruk pada kesehatan secara keseluruhan, jadi pastikan mereka tahu cara yang tepat untuk menggunakan benang gigi (dental floss) dan melakukannya setiap hari.
  3. Membawa mereka ke layanan kesehatan mulut (praktek dokter gigi) sejak usia dini dan mulai mengembangkan kebiasaan pemeriksaan gigi dan gusi secara rutin. Carilah penyedia layanan kesehatan gigi dan mulut di daerah Anda, seperti dokter gigi, atau dokter gigi spesialis anak. Dokter gigi dapat memberikan saran diet pencegahan dan tips yang dapat membantu untuk menjaga kesehatan gigi dan gusi anak.
  4. Ajarlah dengan memberikan contoh.  Anak-anak cenderung melihat hal-hal yang harus dilakukan dan menirunya. Jika anak-anak Anda melihat Anda menyikat gigi secara teratur dan menggunakan benang gigi (dental floss) secara teratur, maka mereka kemungkinan besar akan meniru anda.
More aboutBagaimana Sih Cara Mengajarkan Kebersihan Mulut Yang Baik Untuk Anak-Anak

Efek Negatif Tindik Bibir (Oral Piercing) Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut

Diposkan oleh admin on Senin, November 14, 2011

efek-negatif-tindik-bibir Banyak orang tidak menyadari bahwa terdapat efek samping negatif tindik bibir (oral piercing). Terlepas dari kenyataan bahwa akan ada pembengkakan dan perubahan dalam kemampuan seseorang untuk berbicara dengan baik, maka ada banyak hal yang masih bisa terjadi. Karena itu jika anda berniat akan melakukan tindik bibir (oral piercing) maka sebaiknya anda membaca terlebih dahulu mengenai efek negatif tindik bibir (oral piercing) terhadap kesehatan gigi. Berikut ini adalah beberapa efek negatif terhadap kesehatan gigi dan mulut yang mungkin saja terjadi.

  1. Penyakit gusi 
    Benda yang berupa perhiasan ini sering dimasukkan ke dalam lidah atau bagian mulut yang berkontak dengan gusi. Jaringan gusi sering menjadi rawan dan beresiko karena dapat menjadi teriritasi, serta mengalami infeksi . Jika terdapat infeksi di gusi, maka akan mempengaruhi gigi. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya atau tanggalnya gigi.
  2. Transfer penyakit lebih mudah .
    Terdapat kasus di mana beberapa virus, hepatitis, dan bentuk lain dari penyakit dapat menular dari satu orang ke orang lain. Ada banyak orang di luar sana yang melakukan tindik bibir (oral piercing), dimana mereka rentan terhadap penyakit tertentu. Karena efek mulut yang selalu basah, maka seseorang yang memiliki tindik bibir (oral piercing) akan rentan terhadap infeksi bakteri.
  3. Pendarahan dalam jangka waktu lama 
    Terdapat kasus yang ditemukan dimana pembuluh darah yang sensitif secara tidak sengaja dapat saja mengalami perforasi (kebocoran), hingga mengakibatkan perdarahan berkepanjangan. Dalam kasus tersebut, maka orang tersebut akan merasa mati rasa dan kehilangan sensasi.
  4. Tidak untuk yang memiliki penyakit jantung
    Orang-orang dengan masalah jantung mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami endokarditis, yaitu suatu peradangan pada jaringan jantung. Infeksi bakteri dapat mencapai jantung dan menyebabkan kelainan fungsi jantung.
  5. Alergi terhadap logam. 
    Terdapat beberapa reaksi alergi pada bahan yang digunakan dalam tindik bibir (oral piercing). Selain itu, bahan tindik bibir (oral piercing) yang berupa perhiasan yang sering dimasukkan ke dalam lubang yang telah dibuat pada jarungan lunak juga dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama jika orang tersebut sensitif terhadap logam.
  6. Menyebabkan kerusakan pada gigi.
    tindik bibir (oral piercing) dapat menyebabkan keretakan atau chipping pada gigi, terutama dalam kasus kecelakaan. Sudah terbukti bahwa bahan tindik bibir (oral piercing) yang berupa perhiasan di mulut dapat menyebabkan gigi menjadi retak atau mengalami chipping.
  7. Sulit untuk makan.
    Kebanyakan dari mereka yang memiliki tindik bibir (oral piercing) melaporkan kesulitan dalam mengunyah atau menelan makanan. Selain itu, juga terbukti sulit untuk berbicara dengan jelas.
More aboutEfek Negatif Tindik Bibir (Oral Piercing) Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut